Terlalu Banyak Tidur Juga Tidak Baik Dan Dapat Menyebabkan Hal Yang Tidak Terduga




Agen Poker -Meskipun penting untuk mendapatkan cukup tidur, sangat mungkin untuk terlalu banyak tidur, yang dapat mempengaruhi kesehatan Anda.

Oversleeping telah dikaitkan dengan diabetes, penyakit jantung dan kematian dini.

Oversleeping: berapa banyak tidur yang terlalu banyak?

Jumlah tidur yang Anda butuhkan bervariasi secara signifikan selama masa hidup Anda. Tergantung pada usia dan tingkat aktivitas Anda serta kebiasaan kesehatan dan gaya hidup umum Anda. Misalnya, selama masa stres atau sakit, Anda mungkin merasakan peningkatan kebutuhan akan tidur. Tetapi meskipun kebutuhan tidur berbeda dari waktu ke waktu dan dari orang ke orang, para ahli biasanya merekomendasikan agar orang dewasa tidur antara tujuh dan sembilan jam setiap malam.

 Mengapa orang tidur terlalu banyak?

Bagi orang yang menderita hypersomnia, tidur nyenyak sebenarnya adalah gangguan medis. Kondisi tersebut menyebabkan orang mengalami kantuk yang ekstrem sepanjang hari, yang biasanya tidak lega karena tidur siang. Hal ini juga menyebabkan mereka tidur untuk waktu yang sangat lama di malam hari. Banyak orang dengan hypersomnia mengalami gejala kecemasan, energi rendah dan masalah memori sebagai akibat dari kebutuhan tidur mereka yang hampir konstan.

Obstructive sleep apnea, gangguan yang menyebabkan orang berhenti bernafas sesaat saat tidur, juga bisa menyebabkan peningkatan kebutuhan tidur. Hal ini karena mengganggu siklus tidur yang normal.

Tentu saja, tidak semua orang yang tidur nyenyak memiliki gangguan tidur. Kemungkinan penyebab oversleeping lainnya adalah penggunaan zat tertentu, seperti alkohol dan beberapa obat resep. Kondisi medis lainnya, termasuk depresi, bisa membuat orang kesal. Dan kemudian ada orang yang hanya menikmati tidur untuk jangka waktu yang lama.

Masalah medis terkait dengan tidur nyenyak

Diabetes. Dalam sebuah penelitian di AS terhadap hampir 9.000 orang, peneliti menemukan hubungan antara tidur dan risiko diabetes. Orang yang tidur lebih dari sembilan jam setiap malam berisiko 50% lebih besar terkena diabetes dibandingkan orang yang tidur tujuh jam semalam. Kenaikan risiko ini juga terlihat pada orang yang tidur kurang dari lima jam semalam. Para peneliti tidak menarik kesimpulan tentang hubungan fisiologis antara tidur lama dan diabetes. Tapi mereka memang menyarankan agar tidur nyenyak bisa menjadi indikasi adanya masalah medis yang mendasari kemungkinan diabetes.

Kegemukan. Tidur terlalu banyak bisa membuat Anda menimbang terlalu banyak juga. Satu studi di AS menunjukkan bahwa orang yang tidur selama sembilan atau 10 jam setiap malam memiliki kemungkinan 21% lebih besar mengalami obesitas selama enam tahun dibandingkan orang yang tidur antara tujuh sampai delapan jam. Hubungan antara tidur dan obesitas ini tetap sama bahkan saat asupan makanan dan olahraga diperhitungkan.

Sakit kepala Bagi sebagian orang yang rawan sakit kepala, tidur lebih lama dari biasanya di akhir pekan atau libur bisa menyebabkan sakit kepala. Periset percaya hal ini karena efek oversleeping terhadap neurotransmitter tertentu di otak, termasuk serotonin. Orang yang terlalu banyak tidur siang hari dan mengganggu tidur malam mereka mungkin juga mendapati diri mereka menderita sakit kepala di pagi hari.

Sakit punggung. Ada saat ketika dokter mengatakan kepada orang-orang yang menderita sakit punggung untuk langsung tidur. Tapi hari-hari itu benar-benar terjadi di masa lalu. Anda perlu mengurangi program olahraga rutin Anda saat Anda mengalami sakit punggung. Tapi dokter sekarang menyadari manfaat kesehatan dari mempertahankan tingkat aktivitas tertentu. Dan mereka merekomendasikan agar tidak tidur lebih lama dari biasanya, bila memungkinkan.

Depresi. Meskipun insomnia lebih sering dikaitkan dengan depresi daripada tidur nyenyak, kira-kira 15% orang dengan depresi tidur terlalu banyak. Hal ini pada gilirannya membuat depresi mereka menjadi lebih buruk. Ini karena kebiasaan tidur biasa penting untuk proses penyembuhan. Dalam kasus tertentu, kurang tidur bisa menjadi pengobatan depresi yang efektif.

Penyakit jantung. Sebuah studi di AS yang disebut Nurses 'Health Study, melibatkan hampir 72.000 wanita dan menunjukkan bahwa wanita yang tidur sembilan sampai 11 jam semalam 38% lebih mungkin terkena penyakit jantung koroner daripada wanita yang tidur delapan jam. Periset belum mengidentifikasi alasan adanya hubungan antara penyakit tidur dan penyakit jantung.

Poker Online - Kematian. Sejumlah penelitian menemukan bahwa orang yang tidur sembilan atau lebih malam memiliki tingkat kematian yang jauh lebih tinggi daripada orang yang tidur tujuh sampai delapan jam semalam. Tidak ada alasan spesifik untuk korelasi ini yang telah ditentukan. Namun periset menemukan bahwa depresi dan status sosial ekonomi rendah juga dikaitkan dengan tidur lebih lama. Mereka berspekulasi faktor-faktor ini bisa dikaitkan dengan peningkatan angka kematian yang diamati bagi orang yang tidur nyenyak.

Comments

Popular posts from this blog

Pijat Atau Massage Yang Ternyata Memiliki Efek Samping Yang Merugikan Kesehatan

Tahukah Anda Jika Sabun Deterjen Yang Kita Gunakan Itu Sangat Berbahaya Untuk Kesehatan?

Jagung Dengan Kandungan Vitamin Yang Luar Biasa